Hanura Minta Miryam ‘Gigit’ Penikmat Korupsi e-KTP

JAKARTA, HNN – Dewan Pembina Partai Hanura meminta rekan separtainya yang kini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak gentar membongkar siapapun penikmat korupsi e-KTP.

Djafar meminta Yani, panggilan Miryam S Haryani, tidak takut membongkar siapa pun orangnya yang sudah menikmati uang haram korupsi e-KTP.

“Yani ga usah takut, buka saja apa yang Anda ketahui,” kata Djafar dalam siaran pers yang diterima Redaksi HNN Selasa (2/5/2017).

Yani kata Djafar, merupakan saksi kunci dalam kasus korupsi e-KTP yang diduga banyak melibatkan Anggota DPR RI.

“Beban ini jangan anda pikul sendiri,” ujar Djafar.

Djafar meminta kepada para penikmat uang korupsi e-KTP itu secara ksatria mengakui perbuatannya. Jangan menjadikan orang lain sebagai tumbal dalam kasus ini.

“Enak saja mereka yang ikut menikmati tapi Anda yang memikul resikonya,” kata dia.

Djafar pun menyarankan agar Yani gentar terhadap siapapun yang mengintimidasi. Buka saja secara gamblang sehingga diketahui publik siapa-siapa yang ‘makan’ uang proyek e-KTP.

“Zaman sekarang tidak ada orang kebal hukum,” pungkas Djafar Badjeber.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan Miryam ditahan di Rumah Tahanan KPK yang berada di kantor lama, yakni di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Penahanan Miryam, kata Febri, dilakukan untuk kepentingan penyidikan.

“Tersangka MSH dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan,” kata Febri. (julia)