Pengamat Yakini Konsentrasi Nurdin Halid akan Terbelah

MAKASSAR, HNN – Pengamat politik Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar, Arqam Azikin meyakini pasca penetapan Ketua umum Partai Golkar Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus e-KTP akan berimbas dalam Pilkada di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang akan digelar tahun depan.

Hal ini terbukti kata Arqam, malam tadi Ketua Harian Nurdin Halid (NH) dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham didapuk menjadi pengendali partai Golkar.

Diketahui, Nurdin Halid sendiri akan maju menjadi calon Gubernur Sulsel yang diusung partai Golkar.

Ditambahkan Arqam, Nurdin Halid saat ini menjadi pengendali roda partai Golkar bersama Idrus Marham. “Otomatis hal ini akan mengganggu konsentrasi Nurdin yang akan mencalonkan diri menjadi calon Gubermur Sulsel tahun depan”.

“Dipastikan tidak mampu menjalankan 2 agenda politik secara bersamaan. Nah, kedua calon Gubernur Sulsel 2018, Nurdin Abdullah dan Agus Arifin Nu’mang punya peluang besar mengendarai Partai Golkar, secara otomatis posisi Wakil Gubernur Sulsel usungan Partai Beringin ini bisa berganti,” terang Arqam Rabu (19/7/2017).

Maka Cagub Sulsel 2018, lanjut Arqam, hanya tiga tokoh yang akan bertarung yakni Ichsan Yasin Limpo (IYL), Nurdin Abdullah (NA), dan Agus Arifin Nu’mang (AAN).

“Demikian halnya, posisi calon Bupati dan Walikota usungan partai Golkar Sulawesi Selatan pun berubah, Setnov sebaiknya mundur sebagai Ketua umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI agar tidak menjadi beban politik bagi lembaga parlemen Indonesia,” demikian Arqam Azikin menjelaskan. (tan/julia)