Ini Cerita Raziman Saat Kasus Percobaan Pembunuhanya Jalan Ditempat

PEKANBARU, HNN -‎Siang itu, Raziman bersama istri dan anaknya  Ara Zakul (11) melangkahkan kakinya ke selasar kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Riau.

Tampak dari raut mukanya, pria yang hanya berprofesi sebagai petani ini terlihat sangat lelah. Bagaimana tidak, kasus percobaan pembunuhan yang menimpanya sudah 4 tahun silam dilaporkan ke Polsek setempat tali hingga kini belum ada kejelasanya.

“Kami sudah melaporkan percobaan pembunuhan itu ke Polsek Panipaha, Kecamatan Pasar Limo Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau. Namun, proses hukumnya tak ketahuan sampai dimama,” kata Raziman didampingi kuasa hukumnya Suroto di kantor DPRD Provinsi Riau, Kamis (20/7/2017).

Dengan wajah sedih dan lelah karena menempuh perjalanan berjam-jam dari kamlungnya hingga ke kantor DPRD Riau Raziman terus bercerita kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, beragam cara telah di lakukannya agar bisa memperoleh keadilan. Mulai dari menyurati Lembaga atau Kementerian termasuk Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) dan Polda Riau.

“Bahkan surat ke Presiden pun sudah pernah kita kirimkan.  Tapi‎belum juga mendapatkan kabar baik,” katanya.

Menurut kuasa hukum korban, Suroto kasus bermua saat Raziman dan warga setempat tengah membuka lahan, menanam hingga lahan tersebut hingga membuahkan hasil.

Kalla itu Raziman dan sejumlah warga lainnya mendapat ancaman pembunuhan dari orang bayaran. “Kami menduga yang menyuruh adalah salah satu anggota DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara,” kata Suroto.

Keluhan Raziman pun ditanggapi oleh Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu. Dirinya berjanjanji akan  melakukan kajian terhadap kasus Raziman.

“Saya sudah meminta semua bukti yang ada kepada korban. Karena saya melihat ini bukan hanya masalah tanah tapi ini sudah menyangkut nyawa seseorang”.

Politisi PDI-P yang duduk duduk di Komisi A DPRD Provinsi Riau ini bernjaji akan berkoordinasi dengan Polda Riau agar korban mendapatkan keadilan.

“Kasihan warga miskin yang jadi korbannya,” kata Kordis. (rahmad/julia)