Komnas PA: Sorong Raya Darurat Kekerasan Anak

JAKARTA, HNN – Penanaman paham radikalisme, intoleransi, kebencian, kekerasan dan persekusi dikalangan anak Indonesia baik dalam ruang kelas, dan ruang publik di Kabupaten dan Kota Sorong Papua Barat sangat perlu diwaspadai.

Menurut Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) sangat dibutuhkan membekali anak-anak  dengan cerdas  untuk menangkalnya.

Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait dihadapan 300 siswa/siswi, media, guru, penatua maupun guru-guru sekolah Minggu pada acara temu bicara dari rangkaian Hari Anak Nasional (HAN) 2017 yang diselenggarakan Komisi Anak dari Orogram kerja GKI Maranatha Klasis Sorong..

Selain itu, kata Arist di Kota Sorong dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini fakta dan petistiwa telah menunjukkan bahwa Kabupaten dan kota Sorong  berada pada situasi darurat kejahatan terhadap anak.

“Kasus kejahatan seksual bergerombol yang dilakukan terhadap bocah K (3,5) dan kasus-kasus kejahatan seksual lainnya yang terjadi sebelumnya di kota Sorong baru-baru ini membuat hati sesak dan marah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Redaksi HNN Kamis (20/7/2017).

Kasus tindak pidana aborsi lanjutnya, yang dilakukan salah seorang bidan terkenal di Kota Sorong dengan melibatkan  puluhan anak-anak remaja  sebagai korban.

Demikian juga dengan kasus dimana Polresta Sorong sedang mengamankan seorang anak yang baru lepas  dan beranjak dewasa yang ditangkap dari rumahnya karena diduga menyebarkan paham radikalisme kelompok tertentu diluar wilayah hukum Indonesia,  kebencian dan teror  di kota Sorong membuktikan bahwa di Kota Sorong sedang terjadi kejahatan yang mengorbankan  anak dan penebaran paham-paham radikalisme, intoleransi dan kebencian harus dilawan, ditangkal dan diwaspadai.

“Sebab perbedaan yang ada di dunia ini  adalah ciptaan dan karunia Tuhan. Oleh karena haruslah dihargai, dihormati dan tidak perlu dipermasalakan,” tambahnya.

“Nah untuk membekali anak mampu menangkal paham radikalisme, kebencian, intoletansi,  bullying dan ancaman kekerasan dikalangan anak, Arist pria berjenggot membekali anak  dengan pengetahuan 10 hak anak yang harus dimiliki anak-anak di Papua serta pengetahuan cara cerdas  menggunakan media sosial”. (julia)