Waskita Karya: Pembangunan Bendungan Raknamo Capai 92,59%

KUPANG, NTT – Pembangunan Bendungan Raknamo yang terletak di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sampai saat ini realisasinya mencapai 92,59 persen, kata Kepala Teknik Pembangunan Bendungan Raknamo dari PT Waskita Karya, Agasi Yudho Bestolova, Selasa.

“Saat ini pembangunan bendungannya terus mengalami progress yang positif, artinya bahwa terjadi percepatan pembangunan bendungan tersebut dari rencana awal hanya 35,9 persen di akhir April ini menjadi 92,59 persen,” katanya saat ditemui di Kupang.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kemajuan (progress) dari pembangunan Bendungan Raknamo yang dijadwalkan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2017.

Ia menjelaskan bahwa progres pembangunan bendungan yang hingga kini mencapai 92,59 persen itu artinya bahwa terjadi percepatan pembangunan bendungan sebesar 56,29 persen.

“Kita targetkan pada September nanti pembangunan fisiknya sudah selesai semuanya, dengan catatan bahwa tidak ada kejadian-kejadian yang tidak terduga yang dapat mengganggu pembangunan bendungan tersebut,” ujarnya.

Hingga saat ini, menurut dia, tidak terlalu banyak kendala yang dihadapi saat dilakukannya pembangunan Bendungan Raknamo. 

Ia mengemukakan terjadinya percepatan pembangunan bendungan itu diakibatkan beberapa faktor, seperti cuaca atau alam yang selalu bersahabat saat kegiatan berlangsung.

Namun, ia juga mengakui pada musim hujan membuat pembangunannya sempat terkendala, namun dapat diatasi dan hingga kini sudah tinggal beberapa persen lagi untuk pembangunan fisiknya.

Ia merinci hingga kini pembangunan tubuh bendungan Raknamo mencapai 95 persen, pekerjaan pengelak 100 persen, pekerjaan untuk cara tumpah (spill way) air 97 persen, serta beberapa pekerjaan lainnya dalam penyelesaian akhir.

Penggunaan bendungan untuk proses pengisian air sendiri, menurut Agasi, harus dilakukan setelah ada izin dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena ranah kerja Waskita Karya hanya sebatas pada pembangunan bendungannya.

Tetapi, ia mengemukakan, pihaknya sudah menyusun sejumlah dokumen mengenai penggunaan bendungan untuk pengisian.

“Kita targetkan juga mudah-mudahan sertifikat pengisian itu bisa didapatkan, sehingga tahun ini juga sudah bisa dilakukan proses pengisian saat musim hujan nanti,” katanya seperti dikutip Antara.

Bendungan Raknamo di Desa Raknamo merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang menjadi target pembangunan infrastruktur dari Kementerian PUPR untuk mengatasi masalah air baku di NTT.

Bendungan seluas 147 hektare yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden Jokowi pada Desember 2014 itu menelan dana senilai Rp760 miliar, dan ditargetkan berdaya tampung air mencapai 14,09 juta permeter kubik. (hani)